Kamis, 14 Juni 2012

KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN KARTU HURUF DALAM PEMBELAJARAN AKSARA JAWA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 PRAMBANAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Pembelajaran bahasa tidak terlepas dari empat aspek ketrampilan berbahasa, empat aspek keterampilan berbahasa tersebut meliputi, keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis (Siti Mulyani dan Nurhidayati, 2005:11). Dalam pembelajaran Bahasa Jawa, keterampilan menulis dapat dikategorikan 2 macam. Pertama, keterampilan menulis huruf alphabet yang didalamnya diajarkan cara menulis huruf lepas dan menulis tegak bersambung. Kedua, adalah keterampilan menulis Aksara Jawa.
Materi pembelajaran menulis dengan menggunakan huruf alphabet, tidak ada kesulitan bagi siswa. Namun, ketika siswa berhadapan dengan materi menulis aksara Jawa, kebanyakan mereka merasa kesulitan. Seolah-olah mereka berhadapan dengan huruf dari negara asing. Padahal sebenarnya, aksara Jawa inilah yang sudah lebih dahulu turun temurun dipelajari dan digunakan oleh Bangsa Indonesia, khususnya di daerah Jawa.
Aksara jawa merupakan salah satu momok yang menakutkan bagi pembelajaran, utamanya generasi muda yang mempelajari Bahasa Jawa. Bayangan sulitnya menghafal bentuk-bentuk huruf yang rumit juga banyaknya huruf yang harus dihafal. Pembelajaran Bahasa Jawa memiliki aturan menulis aksara Jawa yang baku. Materi pembelajaran tersebut membuat pelajar enggan untuk mempelajari apalagi memperdalam penguasaan baca tulis aksara Jawa. Para praktisi terutama para pendidik semakin kesulitan mengajarkan materi yang wajib diajarkan ini, sementara media penunjang interaktif untuk mempermudah proses pembelajaran sangat jarang dijumpai. Beberapa keluhan lain yang sering dialami guru bahasa Jawa yaitu: (1) pembelajaran bahasa Jawa kurang diminati siswa, (2) kompetensi yang dimiliki siswa tidak bisa dimaksimalkan pencapaiannya.
Salah satu cara untuk meningkatkan gairah dan motivasi siswa adalah dengan mengadakan variasi guru dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Hal tersebut dapat dengan mengubah metode, strategi, pendekatan ataupun penggunaan media-media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa. Namun, sebagian besar guru Bahasa Jawa sangat kurang melakukan variasi ketika menyajikan materi Aksara Jawa. Mereka hanya menggunakan metode ceramah atau konvensional saja. Padahal, dapat dibayangkan betapa sulitnya materi Aksara Jawa dapat dipahami oleh para siswa jika hanya disajikan dengan metode ceramah. Ketika siswa sulit untuk memahami materi pelajaran yang disajikan dengan kurang menarik, maka dapat dipastikan mereka tidak akan bergairah dan termotivasi untuk mempelajari Aksara Jawa sehingga tujuan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan tidak akan tercapai.
Salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk menarik minat dan motivasi para siswa tersebut adalah dengan menggunakan media kartu huruf dalam menyampaikan materi aksara Jawa. Dengan menggunakan media kartu huruf ini, proses kegiatan belajar mengajar dapat di desain dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan cara permainan yang sangat disukai oleh para siswa.

menawi badhe ningali proposal ingkang jangkep ngantos dumugi bab 3, sumangga link menika dipundownload kemawon : Keefektifan Media Kartu Huruf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar