Senin, 12 Maret 2012

METODE PENELITIAN KUANTITATIF


  A.    Hakekat Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian – bagian dan fenomena serta hubungan – hubungannya. Dalam penelitian kuantitatif diyakini, bahwa satu-satunya pengetahuan yang valid adalah ilmu pengetahuan, yaitu pengetahuan yang berawal dan didasarkan pada pengalaman yang tertangkap lewat pancaindera untuk kemudian diolah oleh nalar.
       Secara epistemologis, dalam penelitian kuantitatif diterima suatu paradigma, bahwa sumber pengetahuan paling utama adalah fakta yang sudah pernah terjadi, dan lebih khusus lagi hal-hal yang dapat ditangkap pancaindera. Hal ini sekaligus mengindikasikan, bahwa secara ontologis, obyek studi penelitian kuantitatif adalah fenomena dan hubungan-hubungan umum antara fenomena-fenomena. Karena pengetahuan itu bersumber dari fakta yang diperoleh melalui pancaindera, maka ilmu pengetahuan harus didasarkan pada eksperimen, induksi dan observasi (Edmund Husserl 1859-1926). Sejalan dengan penjelasan di atas, secara epistemologi, paradigma kuantitatif berpandangan bahwa sumber ilmu itu terdiri dari dua, yaitu pemikiran rasional data empiris. Karena itu, ukuran kebenaran terletak pada koherensi dan korespondensi. Koheren besarti sesuai dengan teori-teori terdahulu, serta korespondens berarti sesuai dengan kenyataan empiris.

B.     Prosedur Penelitian Kuantitatif
Menurut Husein Umar (1999) langkah penelitian ilmiah dengan menggunakan proses penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut :
1.      Mendefinisikan dan merumuskan masalah, yaitu masalah yang dihadapi harus dirumuskan dengan jelas, misalnya dengan 5 W dan 1 H (what, why, where, who, when dan how)

2.      Studi Pustaka, mencari acuan teori yang relevan dengan permasalahan dan juga diperlukan jurnal atau penelitian yang relevan
3.      Memformulasikan Hipotesis yang diajukan
4.      Menentukan Model, sebagai penyerdahaan untuk dapat membayangkan kemungkinan setelah terdapat asumsi-asumsi
5.      Mengumpulkan Data, dengan menggunakan metode pengumpulan data yang sesuai dan terkait dengan metode pengambilan sampel yang digunakan
6.      Mengolah dan Menyajikan Data, dengan menggunakan metode analisis data yang sesuai dengan tujuan dan sasaran penelitian
7.      Menganalisa dan Menginterprestasikan hasil pengolahan data (menguji hipotesis yang diajukan)
8.      Membuat Generalisasi (kesimpulan) dan Rekomendasi (saran)
9.      Membuat Laporan Akhir hasil penelitian

C.    Komponen Penelitian Kuantitatif
Agar rancangan dapat memperkirakan hal-hal apa yang akan dilakukan dan dipegang selama penelitian, perumusnnya harus memperhatikan kriteria sebagai berikut:
1.      Mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan, seperti masalah, tujuan, sumber data, sarana prasarana dan sebagainya.
2.      Disusun secara sistematis logis sehingga memberi kemungkinan kemudahan bagi peneliti dalam melaksanakan dan bagi orang lain dalam melakukan penelitian.
3.      Harus dapat memperkirakan sejauh mana hasil yang akan diperoleh, serta usaha-usaha yang mungkin dilakukan untuk memperoleh hasil secara efektif dan efisien.
Berdasar perumusan dalam penyusunan rancangan penelitian, maka komponen suatu rancangan penelitian meliputi:
1.      masalah
2.      bentuk atau jenis data yang dibutuhkan
3.      tujuan penelitian
4.      kepentingan/signifikansi
5.      masalah sampling
6.      masalah jadwal kegiatan
7.      masalah organisasi dan alokasi biaya
8.      hipotesis penelitian
9.      teknik pengumpulan data
10.  teknik pengolahan data
11.  pola dan sistematik laporan

D.    Jenis-Jenis Penelitian Kuantitatif
1.      Eksperimental
            Eksperimen merupakan salah satu metode penelitian yang dapat dipilih dan digunakan dalam penelitian pembelajaran pada latar kelas (PTK). Penelitian eksperimental dapat diartikan sebagai sebuah studi yang objektif, sistematis, dan terkontrol untuk memprediksi atau mengontrol fenomena. Penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (cause and effect relationship), dengan cara mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen. Penelitian eksperimental memiliki beberapa jenis penelitian di bawah ini:
a.       Eksperimental murni
Untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimen satu atau lebih kondisi perlkuan dan membandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok control yg  tdk dikenai kondisi perlakuan.
b.      Ekperimental kuasi
Mendekati perkiraan untuk keadaan yang dapat dicapai melalui eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan atau memanipulasi seluruhvariabel-variabel yang relevan. Peneliti harus secara jelas memahami kompromi-kompromi yang ada pada validitas internal dan eksternal, rancangannya, dan bertindak didalam keterbatasan-keterbatasan tertentu.
c.       Eksperimental lemah
d.      Subjektunggal
2.      Non ekperimental
a.       Deskreptif
Untuk membuat pencandraan atau gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu.
b.      Komparatif
c.       Korelasional
Untuk menyelidiki besarnya korelasi antara variasi-variasi dalam suatu factor dengan variasi-variasi dalam satu atau lebih factor lainnya berdasarkan pada koefisien dan korelasi. 
d.      Survey
e.       Tindakan
Untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan atau pendekatan-pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah-masalah dengan penerapan langsung di kelas atau dunia kerja.

E.     Penggunaan Metode Kuantitatif
     Metode penelitian kuantitatif dapat digunakan jika :
1.    Masalah yang merupakan titik tolak dari penelitian sudah jelas data-datanya;
2.    Peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi, tetapi tidak mendalam. Bila populasi terlalu luas, maka penelitian dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi;
3.    Ingin diketahui pengaruh perlakuan (treatment) tertentu terhadap yang lain. Hal ini cocok jika menggunakan metode eksperimen yang merupakan bagian dari metode kualitatif. Misalnya; ingin meneliti pengaruh jamu tertentu terhadap derajad kesehatan;
4.    Peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian. Hipotesis penelitian dapat berbentuk hipotesis deskriptif, komparatif dan asosiatif;
5.    Peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur;
6.    Ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar