abha: (semarak; cahaya; penampilan; keindahan; bayangan; kesamaan, kemiripan). 1. Cara sesuatu...

Proses Tradisi Sedekah Bumi Margadana
Pelaksanaan tradisi sedekah bumi diwujudkan untuk mengantisipasi kemungkinan......

Analisis Cerkak "Emoh Nang Malaysia"
Analisis Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi Saking Cerkak Emoh Nang Malaysia,......
abab: Pernafasan; nafas. bernafas; menghamburkan.
mabab-abab: mendapat kesempatan untuk bernafas; beristirahat
anabab-inabab: bernafas, menghamburkan; mengeluarkan
abhadha: perasaan sakit; keadaan yang sukar; keadaan bahaya
abhaddhya: lihat di astasakti
abah (abah-abah): pakaian kuda
Admin 10:03 AM CB Blogger Indonesia
Pelaksanaan tradisi sedekah bumi diwujudkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Tolak Bala. Tradisi ini sudah mendarah daging dengan kehidupan masyarakat setempat. Oleh karena itu rasa tanggung jawab yang besar sebagai generasi penerus akan terus menuntun dalam melestarikan dan mewariskan tradisi ke anak cucu dikemudian hari. Tradisi ini banyak dilestarikan terutama di wilayah pesisir Jawa, baik selatan maupun utara.
Prosesi Arak-arakan Sedekah Bumi
Prosesi Sedekah Bumi diawali dengan menyiapkan sesaji. Modin selaku aparat desa di bidang urusan agama menaburkan sesaji. Dengan didampingi pemangku adat. Kelompok Jebeng-Tulik atau kelompok muda-mudi kemudian ikut membawa sesaji. Sesaji yang disajikan Jubeng berisi jenang beras warna merah dan putih dengan dilengkapi air. Tulik mendampingi dengan membawa payung untuk menghindari sinar matahari.
Kelompok yang juga ikut terlibat adalah ibu-ibu PKK. Diikuti pula oleh kelompok aparat desa yaitu kepala desa dan staf, yang bertugas dalam prosesi ritual sedekah bumi. Terakhir adalah kelompok masyarakat yang mengikuti perjalanan ritual ini, sebagai penggembira dan menambah maraknya suasana. Tidak jarang juga masyarakat dari daerah lain ikut meramaikan prosesi Sedekah Bumi. Dewasa ini, prosesi Sedekah Bumi sudah menjadi salah satu agenda pariwisata.
Prosesi Arak-arakan Sedekah Bumi
Prosesi Sedekah Bumi diawali dengan menyiapkan sesaji. Modin selaku aparat desa di bidang urusan agama menaburkan sesaji. Dengan didampingi pemangku adat. Kelompok Jebeng-Tulik atau kelompok muda-mudi kemudian ikut membawa sesaji. Sesaji yang disajikan Jubeng berisi jenang beras warna merah dan putih dengan dilengkapi air. Tulik mendampingi dengan membawa payung untuk menghindari sinar matahari.
Kelompok yang juga ikut terlibat adalah ibu-ibu PKK. Diikuti pula oleh kelompok aparat desa yaitu kepala desa dan staf, yang bertugas dalam prosesi ritual sedekah bumi. Terakhir adalah kelompok masyarakat yang mengikuti perjalanan ritual ini, sebagai penggembira dan menambah maraknya suasana. Tidak jarang juga masyarakat dari daerah lain ikut meramaikan prosesi Sedekah Bumi. Dewasa ini, prosesi Sedekah Bumi sudah menjadi salah satu agenda pariwisata.
Peserta prosesi disambut oleh warga yang tidak mengikuti arak-arakan dengan menggelar tikar atau alas duduk lainnya dan menyiapkan sarana Slametan. Acara Slametan diawali dengan pembacaan do’a, dan dilanjutkan dengan pernyataan niat diselenggarakan slametan dan dilanjutkan makan bersama. Dalam acara slametan tampak suasana keakraban seluruh warga yang tidak mengenal status sosial ataupun umur, mereka bersamasama mengadakan ritual untuk kebutuhan bersama, dari tahun ketahun.
Sebelum do’a-do’a dibacakan dipanjatkan bersama, sambil menunggu warga terkumpul semua disiapkan dupa atau kemenyan yang berisi kayu arang dan kemenyan kemudian dibakar di atas nampan yang dibuat dari tanah liat kemudian diletakkan di atas tampah yang berisi bunga-bunga seperti mawar merah, kantul dan bunga lainnya. Dupa ini bertujuan untuk mengusir roh jahat yang menghalangi acara ritual, dalam logat Jawanya menjelaskan:
Ditekankan lagi bahwa dupa itu hanya sebagai pembukaan dan tidak mempunyai sanksi-sanksi apa-apa. Setelah itu pembacaan do’a dimulai dengan inti memohon keselamatan dunia dan akhirat, supaya kehidupan warga Desa Margadana seluruhnya jangan sampai mengalami segala macam kesusahan terutama dalam hal pertanian dan perindustrian khususnya.
Selesai pembacaan do’a yang dipimpin oleh modin (aparat desa) kemudian warga dipersilahkan untuk saling merebut berkatan sebanyak-banyaknya siapapun yang mendapatkan berkatan itu akan mendapat rejeki yang banyak, penghidupannya akan semakin layak. Berkatan adalah makanan yang dikumpulkan oleh warga. Berkatan direncanakan akan dimakan bersama-sama. Berkatan dikumpulkan dalam satu tempat, agar lebih mudah dibagikan.
Pembacaan Doa
Sebelum do’a-do’a dibacakan dipanjatkan bersama, sambil menunggu warga terkumpul semua disiapkan dupa atau kemenyan yang berisi kayu arang dan kemenyan kemudian dibakar di atas nampan yang dibuat dari tanah liat kemudian diletakkan di atas tampah yang berisi bunga-bunga seperti mawar merah, kantul dan bunga lainnya. Dupa ini bertujuan untuk mengusir roh jahat yang menghalangi acara ritual, dalam logat Jawanya menjelaskan:
“Tiyang ajeng mara tamu niku kedahe li permisi kaleh tiyang alus sing ajen kulo suwuni sawabiyah sawa pandongane gusti kang Maha Kuaos supados diparingi slamet sedaya, lha niku ngobonge menyan”. (CLW 1)Orang akan bertamu itu harusnya kan minta ijin dengan makhluk halus yang akan saya mintai sawabiyah dan do’a-do’anya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa supaya semuanya diberi keselamatan, yaitu dengan membakar kemenyan. Prosesi bakar menyan ini sendiri merupakan ritual yang sudah dilaksanakan dari jaman dahulu.
Ditekankan lagi bahwa dupa itu hanya sebagai pembukaan dan tidak mempunyai sanksi-sanksi apa-apa. Setelah itu pembacaan do’a dimulai dengan inti memohon keselamatan dunia dan akhirat, supaya kehidupan warga Desa Margadana seluruhnya jangan sampai mengalami segala macam kesusahan terutama dalam hal pertanian dan perindustrian khususnya.
Tukar-menukar Berkatan
Selesai pembacaan do’a yang dipimpin oleh modin (aparat desa) kemudian warga dipersilahkan untuk saling merebut berkatan sebanyak-banyaknya siapapun yang mendapatkan berkatan itu akan mendapat rejeki yang banyak, penghidupannya akan semakin layak. Berkatan adalah makanan yang dikumpulkan oleh warga. Berkatan direncanakan akan dimakan bersama-sama. Berkatan dikumpulkan dalam satu tempat, agar lebih mudah dibagikan.
Filosofi dari Berkatan adalah mencoba untuk berbaur dengan sesama masyarakat. Berkatan juga dimaksudkan agar semua kalangan bisa saling menikmati makatan berkatan yang beraneka rupa. Umumnya, berkatan memang berbeda-beda. Masyarakat yang kaya akan menyajikan berkatan yang mewah dan lezat, sedangkan masyarakat biasa akan menyajikan berkatan yang sederhana. Pada saat prosesi makan berkatan, masyarakat yang tidak pernah makan mewah akan bisa mencicipi makanan mewah yang dibawa masyarakat yang kaya raya. Sebaliknya, masyarakat kaya raya bisa mencoba makanan yang yang sederhana.
Prosesi berkatan selain diharapkan menjadi ajang pemersatu antar masyarakat, juga menjadi ajang untuk mewujudkan rasa syukur. Bahwa bagaimanapun kehidupan yang kita jalani, kita harus tetap mensyukurinya. Tidak ada alasan untuk berkeluh kesah dan mengingkari nikmat dari Tuhan.
Pertunjukan Wayang kulit ini sebagai tindak lanjut dari acara ritual sedekah bumi, yang dilaksanakan di dekat makam sebagai makam leluhur bagi masyarakat setempat yang dinamakan Mbah Buyut. Pertunjukkan wayang biasanya akan menampilkan lakon yang sesuai dengan tema/suasana yang berkaitan dengan acara Sedekah Bumi.
Pertunjukan wayang kulit dilaksanakan dalam setiap tahunnya, pada hari jum’at kliwon sebagai hiburan terakhir yang sekaligus kegemaran Mbah Buyut. Dengan maksud untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti gagal panen yang dapat menurunkan pendapatan masyarakat karena sebagian besar penduduk desa setempat adalah petani.
. . .Kuliah Bahasa Jawa. . .
12:31 PM
CB Blogger
IndonesiaPertunjukan Kesenian Wayang Kulit
Pertunjukan Wayang kulit ini sebagai tindak lanjut dari acara ritual sedekah bumi, yang dilaksanakan di dekat makam sebagai makam leluhur bagi masyarakat setempat yang dinamakan Mbah Buyut. Pertunjukkan wayang biasanya akan menampilkan lakon yang sesuai dengan tema/suasana yang berkaitan dengan acara Sedekah Bumi.
Pertunjukan wayang kulit dilaksanakan dalam setiap tahunnya, pada hari jum’at kliwon sebagai hiburan terakhir yang sekaligus kegemaran Mbah Buyut. Dengan maksud untuk menghindari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti gagal panen yang dapat menurunkan pendapatan masyarakat karena sebagian besar penduduk desa setempat adalah petani.

Proses Tradisi Sedekah Bumi Margadana
Posted by . . .Kuliah Bahasa Jawa. . . on Saturday, December 15, 2012
Pelaksanaan tradisi sedekah bumi diwujudkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya...
Analisis Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi Saking Cerkak Emoh Nang Malaysia, Anggitanipun Bambang Sukmadji
Terus bae watuke ngikil, tapi ora mandeg Man Kasan nyuled mbako Boyolali lintingane. Tangane sing isih kuat, kulite sing wis rada ireng, terus bae nyekel papir sing kemebul nyenggrak. Tapi Man Kasan ora peduli, rasane tambah wengi tambah nikmat, apa maning wayahe ketiga, semripit angin kumbang ngiliri awake sing esih katon gagah, senadyan umur pan setengah abad.Tuturan ing nginggil kalebet lokusi, amargi namung paring informasi kemawon babagan kahananipun Man Kasan minangka pemeran utama (narator).
“Primen kang! uripe awake dewek, apa terus terusan pan kaya kiye?“ omongan Yu Sinah bojone mau sore terus bae ngisi atine sing lagi bingung. Pancen Man Kasan ora tau keder ngadepi penguripan kiye. Nanging pancen penguripan saiki beda adoh karo penguripan jaman gemiyen, waktu deweke dadi tukang batu bar lulusan SD. Deweke ya pernah merantau nang Jakarta ngewangi bulike asah asah nang Warteg. Wektu kuwe ya urip rasane ora angel, senadyan Man Kasan cuma nduwe ijasah SD. Sepisan maning Man Kasan mbatin, apa sing salah nang jaman saiki.Tuturan ing nginggil kalebet lokusi lan ilokusi. Kalebet lokusi amargi namung paring informasi kemawon babagan tokoh Man Kasan ingang kemutan ngendikanipun garwanipun ingkang ngudharasa babagan kahuripan ingkang saya dangu san saya rekaos. Kalebet ilokusi amargi tuturan menika awujud pitakenan ingkang mbetahaken wangsulan saking mitra tutur.
“Apa jamane sing salah, apa manusia wis akeh dosane? Apa Gusti Allah wis ora tresna maning karo manungsa? Apa ya ?” kaya kuwe batine Man Kasan.Tuturan ing nginggil kalebet lokusi lan ilokusi. Kalebet lokusi amargi namung paring informasi kemawon bilih Man Kasan menika ngudharasa wonten salebeting batin. Kalebet ilokusi amargi tuturan menika awujud pitakenan ingkang mbetahaken wangsulan saking mitra tutur.
Watuke terus ngikil, tambah wengi tambah seru. Nganti Yu Sinah kebudegan, akhire tangi lan jagong njejeri Man Kasan. (4)Tuturan angka 4) ing nginggil kalebet lokusi amargi namung paring informasi kemawon bilih Yu Sinah garwanipun Man Kasan lenggah njejeri Man Kasan.
“Wis kang, urip ora kudu dipikir, tapi kudu gumregah, mampune awake dewek kiye apa?” (5)Tuturan angka 5) ing nginggil kalebet lokusi, ilokusi lan perlokusi. Kalebet lokusi amargi namung paring informasi kemawon bilih Yu Sinah menika ngendika kalihan Man Kasan. Kalebet ilokusi amargi tuturan menika awujud pitakenan ingkang mbetahaken wangsulan saking mitra tutur. Kalebet perlokusi amargi tuturan menika wonten efekipun tumrap mitra tutur inggih menika efekipun awujud wangsulan wonten ing tuturan ngandhapipun.
“Ya, apa? Wong wis tak lakoni dadi tambal ban, wis mayang nganti tekan Laut Yuwono, ya maksa bae aku ora mampu nafkahi sampeyan.“ (6)Tuturan angka 6) ing nginggil kalebet lokusi, ilokusi lan perlokusi. Kalebet lokusi amargi tuturan menika namung paring informasi bilih Man Kasan sampun nyambut damel kanthi tenanan ananging gesangipun taksih rekaos. Kalebet ilokusi amargi tuturan menika awujud ngudharasa saking Man Kasan ingkang mbetahaken wangsulan saking mitra tutur. Kalebet perlokusi amargi tuturan menika wonten efekipun tumrap mitra tutur inggih menika efekipun awujud wangsulan wonten ing tuturan ngandhapipun.
“Coba tak nang Malaysia, ya kang?” kaya kuwe panjaluke Yu Minah. (7)Tuturan angka 7) ing nginggil kalebet lokusi, ilokusi lan perlokusi. Kalebet lokusi amargi tuturan menika nuduhaken bilih Yu Sinah gadhah kekajengan badhe tindhak kerja dhateng Malaysia. Kalebet ilokusi amargi tuturan menika awujud pitakenan utawi panyuwunan ijin dhumateng Man Kasan babagan kekajenganipun Yu Sinah kerja wonten ing Malaysia. Kalebet perlokusi amargi tuturan menika wonten efekipun tumrap mitra tutur inggih menika efekipun awujud wangsulan wonten ing tuturan ngandhapipun.
“Aku emoh, Nah! Sarekasane urip nang negarane dewek, kiye luwih apik timbang urip seneng nang negara liya,”. Man Kasan ngomong karo matane mendelik, nyawang bojone sing esih katon nom, kulite putih resik tur awake katon sintal. Man Kasan banget tresnane karo bojone, mulane ora gelem ditinggal nang Malaysia. (8)Tuturan angka 8) ing nginggil kalebet lokusi, ilokusi lan perlokusi. Kalebet lokusi amargi tuturan menika namung paring informasi bilih Man Kasan boten paring restu Yu Sinah kerja wonten ing Malaysia. Kalebet ilokusi amargi tuturan menika betahaken wangsulan saking mitra tutur. Kalebet perlokusi amargi tuturan menika wonten efekipun tumrap mitra tutur inggih menika efekipun awujud wangsulan wonten ing tuturan ngandhapipun.
“Lha primen, kang! Aku ora tega nyawang sampeyan adus kringet makani Udin, Sofyan karo Sulis. (9)
Tuturan angka 9) ing nginggil kalebet lokusi lan ilokusi. Kalebet lokusi amargi tuturan menika namung paring informasi bilih kekajenganipun Yu Sinah kerja dhateng Malaysia amargi boten tega kalihan Man Kasan ingkang sampun kerja banting tulang ananging asilipun namung pas-pasan. Kalebet ilokusi amargi tuturan menika mbetahaken wangsulan saking mitra tutur.
Langit langit omahe sing wis kusam warnane, saiki tambah anget kena genine manungsa sing bebrayan lagi pada tukaran, eyel-eyelen, pada ora gelem ngalahe. (10)Tuturan angka 10) ing nginggil kalebet lokusi amargi namung paring informasi kemawon dhumateng pamaos (narator).
“Wis kaya kiye bae, Nah. Yen kowen keder, ya umah kiye tak dol, primen?” panjaluke Man Kasan. (11)Tuturan angka 11) ing nginggil kalebet lokusi, ilokusi lan perlokusi. Kalebet lokusi amrgi namung informasi babagan jalan tengah ingkang badhe dipunpundhut supados Yu Sinah boten kerja wonten Malaysia ananging gesang Man Kasan sakulawarga saged kacekapan. Kalebet ilokusi amargi usulan saking Man Kasan menika betahaken pasetujunannipun saking mitra tutur inggih menika Yu Sinah. Kalebet perlokusi amargi amargi tuturan menika wonten efekipun tumrap mitra tutur inggih menika efekipun awujud wangsulan wonten ing tuturan ngandhapipun.
“Aku ora setujuuu, kang. Omah kiye di dol, eben kanggo masa depane anak-anake dewek “ (12)Tuturan angka 12) ing nginggil kalebet lokusi, ilokusi lan perlokusi. Kalebet lokusi amargi tuturan menika namung paring informasi bilih Yu Sinah boten setuju kalihan usulipun Man Kasan. Kalebet ilokusi amargi tuturan menika betahaken wangsulan saking mitra tutur bilih Yu Sinah boten setuju usulipun Man Kasan. Kalebet perlokusi amargi tuturan menika wonten efekipun tumrap mitra tutur inggih menika efekipun awujud wangsulan wonten ing tuturan ngandhapipun.
“Ya wis, yen kowe mikir masa depane bocah, ya ora susah ning Malaysia. Awake dewek duwe omah tingalane wong tuwa pinggir dalan, bisa kanggo warung sega apa sauto. Kenangapa kudu nang Malaysia? (13)Tuturan angka 13) ing nginggil kalebet lokusi lan ilokusi. Kalebet lokusi amargi tuturan menika namung paring informasi utawi andharan jalan tengah saking perkawis ingkang saweg dipunributaken pasutri Man Kasan kalihan Yu Sinah. Kalebet ilokusi amargi tuturan menika betahaken wangsulan saking mitra tutur babagan jalan tengah ingkang dipuntawaraken Man Kasan.
Wengi wis rada adem hawane, bojone saiki wis ora ngeyel maning. Man Kasan ya wis lega atine. Mbuh apa sing dilakone pasutri kuwe, sing jelas mereka berdua tidak mau melewai malam ini begitu saja. Esuk esih ana dina, esih ana penguripan maning. Wong loro anane mung pasrah. (14)
Tuturan ingkang angka 14) kalebet lokusi amargi namung paring informasi kemawon dhumateng pamaos bilih pasutri menika sampun boten padu ingkang awujud narasi (narator).
. . .Kuliah Bahasa Jawa. . .
8:53 PM
CB Blogger
Indonesia
Analisis Cerkak "Emoh Nang Malaysia"
Posted by . . .Kuliah Bahasa Jawa. . . on Thursday, November 15, 2012
Analisis Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi Saking Cerkak Emoh Nang Malaysia, Anggitanipun...
![]() |
Animasi Bal-Balan Ning Sekolah |
Wis dadi kebiasaan e bocah-bocah teng tlatah mriki yen saben istirahat sekolah mesti do main bal-balan. Bocah-bocah ingkang dolanan bal-balan saking kelas 4 sampe kelas 6 kabeh melu bal-balan. Sakderengipun bal-balan dipun padosi Pak Guru sampung ngelingaken menawa bal-balan kudu tetep eling kalihan kahanan sekitar. Ojo ngasi bal-balan kang kudune nggawe seneng malah dadi ciloko goro-goro ketabrak mobil nopo motor.
Mimin. Maman, Momon bal-balan teng lapangan sekolah. Nanging Maman nendang bal saking kuate ngasi bal e ngoyak motore Pak Guru. Gandeng motore Pak Guru dawah lan rusak, Maman dipun ukum Pak Guru ngadek ing lapangan.

Bal-Balan Ing Sekolah
Posted by . . .Kuliah Bahasa Jawa. . . on Friday, September 14, 2012
Animasi Bal-Balan Ning Sekolah
Wis dadi kebiasaan e bocah-bocah teng tlatah mriki yen...
![]() |
pixabay.com |
- Kadadosan saking 2 gatra, gatra 1 inggih menika purwaka, gatra 2 inggih menika isi.
- Migunakaken dhapukan guru swara
- Guru wilanganipun kedah sami antawisipun purwaka kalihan isi.
Wujudipun parikan saking cacahipun wanda dipunperang dados 3,
inggih menika :
a. Parikan ingkang kadadosan
saking 4 wanda +
4 wanda
Tuladha : Wajik Kletik, gula jawa àpurwaka
Luwih becik, sing prasaja àisi
b. Parikan ingkang kadadosan
saking 4 wanda + 8 wanda
Tuladha : Kembang
kencur, tinandur tipining sumur àpurwaka
Sapa
jujur, bakal luhur klawan makmur àisi
c. Parikan ingkang kadadosan
saking 8 wanda + 8 wanda
Tuladha
: Jangan kacang jangan kara, kaduk uyah kurang gula àpurwaka
Piwelingku
mring pra mudha, aja wedhi ing rekasa àisi
d. Parikan bebas
Tuladha : suwe ora jamu, jamu godhong tela à purwaka
suwe ora ketemu,
ketemu pisan gawe gela à
isi
urut-urutaning damel
parikan:
a. Damel ukara inti (isi)
b. Damel purwaka (sampiran), guru swaranipun dipuntrepaken kalih guru swara wonten ukara inti
c. Ukara purwaka lajeng dipungabung kalihan ukara inti
NGOKO KRAMA KRAMA INGGIL/ALUS BHS. IND.
A
aku kula adalem/kawula saya
akon aken dhawuh/utus menyuruh
anak anak putra anak/putra
anut tumut dherek ikut
apa menapa menapa apa
aran nama asma nama
asor awon andhap jelek
ati manah penggalih hati/piker
awak badan sarira badan
aweh suka paring/nyaosi/ngaturi member
ayo mangga suwawi* mari/silakan
B
bali wangsul kondur pulang/kembali
batur rencang abdi pramuwisma
bojo semah garwa suami/istri
brengos rawis gumbala* kumis
butuh betah kersa butuh
D
dheweke piyambakipun
panjenenganipun dia/beliau
dhengkul dhengkul
jengku lulut
duwe gadhah kagungan punya
E
embuh boten mangertos duka tidak tahu
endhas sirah mustaka kepala
enggo angge agem pakai
enom enem mudha/timur muda
epek pendhet pundhut pinta
G
gawa bekta asta bawa
gawan bekta ampilan* bawaan
gawe damel
ngasta/yasa buat
nyambut gawe nyambut damel ngasta bekerja
gelem purun kersa mau
geni latu brama* api
gugah gigah wungu bangun
gugu gega ngetokaken menuruti
gunem ginem ngendika berkata
I
iket udheng dhestar ikat kepala
imbuh imbet tanduk tambah
irung irung grana hidung
J
jaga jagi reksa jaga
jaluk suwun pundhut pinta
jamu jampi usada obat
jaran kapal kuda/turangga kuda
jare caiyosipun ngendikanipun katanya
jarit sinjang nyamping kain
jeneng nama asma nama
jupuk pendhet pundhut ambil
jungkat serat pethat sisir
K
kalah kawon kasoran* kalah
kandha cariyos ngendika berkata
karep kajeng karsa kemauan
kathok sruwal lancingan* celana
kena pikantuk kepareng boleh
keris dhuwung wangkingan keris
klambi rasukan ageman pakain
ko/kok sampeyan panjenengan engkau
kon ken utus suruh
kongkon kengken utus/dhawuh disuruh
kowe sampeyan panjenengan engkau
krungu mireng midhanget mendengar
kubur petak sare kubur
kuru kera
susut kurus
L
lair lair miyos lair
laku lampah tindak jalan
nglakoni nglampahi nindakaken melakukan
nglakoni nglampahi nindakaken melakukan
lanang jaler kakung laki-laki
lara sakit gerah sakit
lawang konten kori pintu
lunga kesah tindak pergi
M
maca maca maos baca
mangan nedha dhahar makan
manggon manggen lenggah tempat tinggal
mari mantun dhangan sembuh
mata mripat paningal mata
mati pejah/tilar seda meninggal
mayit jisim layon mayat
melu tumut ndherek ikut
menyang dhateng tindak pergi/ke
meteng wawrat/ngandheg mbobot/nggarbini hamil
minggat kesah lolos/kentar minggat
N
nesu srengen duka marah
ngising bebucal bobotan hajat
besar
ngreti ngertos priksa/pirsa tahu
O
oleh angsal kepareng/pikantuk boleh
omah griya dalem rumah
omah-omah emah-emah krama nikah
omong ginem/sanjang ngendika berkata
P
pangan tedha dhaharan makanan
pek pendhet/suwun pundhut pinta
pelanangan pejaleran kalam* penis
piker manah penggalih piker
R
rambut rambut
rikma rambut
rewang rencang
abdi pembantu
rungu pireng midhanget dengar
S
sadulur sedherek sentana* saudara
sikil suku
sampeyan kaki
silih sambut/ngampil pundhut ngampil meminjam
slamet wilujeng sugeng selamat
suguh segah sugata jamuan
susah sisah sungkawa/sekel sedih
T
tak/dak kula adalem/kawula saya
takon taken nyuwun priksa/
mundhut
priksa
dangu bertanya
tambah jampi usada jamu
tangi tangi wungu bangun
teka dhateng/dumugi rawuh hadir
tilik tuwi tinjo tandang
tonton tingal priksa lihat
tuku tumbas mundhut beli
tunggang tumpak nitih naik
turu tilem sare tidur
tutur sanjang/criyos parik priksa/caos priksa berkata
tuwa sepuh yuswa tua
U
ulih antuk kondur pulang
undang timbale aturi undang
untu waos waja gigi
urip gesang sugeng hidup
utang sambut/ampil nyuwun/mundhut ngampil hutang
W
wadon setri putrid/wanita perempuan
waras saras dhangan sembuh
warisan tiliran pusaka* warisan
wedang benteran unjukan miniman
weruh sumerep priksa melihat
weweh suka maringi/nyaosi/ngaturi memberi
wetu wedal wiyos keluar
wicara wicanten ngendika berkata
wong tiyang priyantun orang
. . .Kuliah Bahasa Jawa. . .
11:04 PM
CB Blogger
Indonesia
Kamus Basa Jawa Ngoko, Krama, Krama Inggil lan Basa Indonesia
Posted by . . .Kuliah Bahasa Jawa. . . on Monday, August 13, 2012
NGOKO KRAMA ...